Rasisis Terhadap orang Papua dalam Sepakbola disemarang dengan cebutan Monyet
Tak berhentinya Raisis terus terjadi bagi orang orang Papua. Kulit dan warna adalah pemberrian Tuhan dengan mutlak tak ada yang digantikan didunia nyata karenanya semua itu atur dengan cara Tuhan sendiri kemudian di indonesia sendiri ada dua warna yang berbeda Yakni orang hitam dan putih itupun sesuai rencama pemcipta bukan semata manusia. Dan rasisi in terjadi diSemarang,
kepada dua Pemain Asal Papua dan brisikan supoter kepada kedua pemain Papua dibilang Monyet dan hal ini sangat disayangkan dalam persepakboalaan Indonesia. Meskipun Pemain Papua tampil tidak sesuai dengan ekpektasi supoter bahkan klup namun hal semacam ini tidak perlu diucapkan.namanya sepakbola pastinya ada yang menang dan kalahnya,
Dan satu hal lagi buat netizen yang tidak punya etka komunikasi yang tidak berbobot dikategorikan orang primitif dengan alasan seauai ungkpan mereka tidak ada toleransi lagi manusia yang berwatak rasis, namun kita tau bahwa dinegri ini selalu diputarbalikfakakan , orang benar disalahkan orang salah dibenarkan.
Ini sebenarnya watak penjajah yang sesungguhnya namun manusia Papua saja tidak sadar, bagaimanpun orang papua hidup bersama Indonesia rasis selalu mengalir seprti air terjun dari gunung tertinggi turunkan air dan membasahi seluruh tumbuh- tumbuhan yan yang ada dikaki gunung itu sendiri. Jadi menurut penulis bahwa siapapun yang dapat rasis disekitaran pembaca jangan diberi ruang, melainkan kasih pelajaran agar klak nantinya tidak terulang lagi hal serupa.
Jika orang berwatak rasisis in diberi ruang maka itu jadikan tradsi untuk mengrasis kepada orang papua yang hidup diIndonesia akan hal ini masayarkat Papua marah besar kepada manusua yang stengah normal atau dibuat rasis,kita tau bahwa Brazil Indonesia adalah Papua dan punya bintang terbanyak diliga Indonesia, satau hal lagi parah netizen catat bahwa tidak ada anak papua dalalm sepakbola dilevel asia Indonesi tidak ada apa apanya kemudian realitanya orang papua selalu mengharumkan nama Indonesia. Melalu sepakbola.
Kesimpulanya.
Sekarang sejalanya waktu terbukti berkataan, Filep Karma orang papua kiturang seakan seteng binatang. Ini perlu diperhatikan setiap manusia papua sadar.
Free west Papua
Mantap nare
BalasHapusWa
BalasHapus