ada empat hal penting yang perlu diperhatikan dihidup manusia.

 




simple is beautiful


Become a servant leader

 

Tuhan menciptakan manusia, semua orang tanpa terkecuali, dengan tujuan. Untuk memahami tujuan hidup kita, kita perlu memahami bahwa dalam kehidupan manusia ada 4 level:

 

1. Existence

 

Di level ini, seorang tidak memiliki tanggung jawab atas hidupnya sendiri, tidak peduli dengan kualitas hidupnya karena tidak mengerti mengapa dia diciptakan. Orang di level ini cenderung menuntut dan menyalahkan orang lain atas apa yang dia alami.

 

2. Survival

 

Seorang yang ada inisiatif untuk hidup yang lebih baik daripada Existence. Hidupnya mengalir dengan tujuan untuk survive saja, masih tidak mengerti atau mencari tahu tujuan hidupnya.

 

3. Reactive

 

Di level ini seorang mulai mencoba mengerti kehendak Tuhan dalam hidupnya, lebih baik daripada Survival akan tetapi hanya bereaksi saja. Artinya dia mencari jawaban ketika menghadapi masalah atau suatu kejadian dalam hidupnya. Ada aksi maka ada reaksi.

 

4. Leadership

 

Ini adalah level yang Tuhan mau sesuai dengan tujuan penciptaan manusia. Hidup yang berkemenangan. Kitab Wahyu pasal 1-3 menuliskan janji Tuhan tentang reward apabila kita menang. “Barangsiapa menang, akan duduk bersama dengan Tuhan di atas tahta Tuhan (Wahyu 3:21). Leadership = the ability to act, manage, and direct your life in such a way to produce desire results.

 

Tujuan Tuhan menciptakan manusia:

1. Dalam PL: Kejadian 1:26-28 “… take dominion…”

2. Dalam PB: Matius 5:13-16 “… menjadi garam dan terang…”

 

Garam memiliki fungsi mengawetkan makanan (= secara rohani tugas kita menjaga dunia dari kerusakan rohani), dan membuat makanan menjadi lebih enak (=agar kehadiran kita menyenangkan orang lain, menjadi berkat, supaya kita bisa membawa jiwa kepada Tuhan)

 

Terang dibutuhkan dalam kegelapan. Orang yg hidup dalam kegelapan tidak bisa melihat, atau mungkin bisa melihat namun samar-samar karena kurang terang. Tugas kita menjadi terang. Bukan kita terang itu, tetapi terang Tuhan yang kita bawa (menjadi saluran berkat)

 

Leadership = deacon = melayani

To be specific, Tuhan mau kita semua menjadi a servant leader, seorang yang hidupnya memberi dampak positif kepada orang lain (seperti garam dan terang)

 

Christian leadership = to live your life for God and for others so they come to know Jesus Christ as Lord and Savior.

 

Ada 2 kata kunci yang harus selalu diingat dalam melakukan Christian leadership yaitu:

1. Rendah Hati. Matius 20:26-28.

 

Tidak ada orang sombong yang bisa memberikan influence/dampak yang baik bagi orang lain. Alkitab juga banyak mengatakan bahwa Tuhan membenci orang sombong. Gampang sekali manusia jatuh dalam dosa kesombongan yang membawa mereka keluar dari rencana Tuhan (a servant leader), malahan menjadi haus akan kekuasaan dan menjadi hamba dunia. Amsal 18:12 “Tinggi hati mendahului kehancuran tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan”

 

2. Taat/Obedience. Filipi 2:12-15

 

Taat kepada Tuhan harus berjalan seiring dengan kerendahan hati. Rendah hati tetapi tidak taat, atau Taat tetapi tidak rendah hati bukanlah ciri seorang Christian servant leader. Keduanya harus berjalan bersama.

 

Sekarang kita sudah mengerti Level 4 yaitu Leadership, hidup memberi dampak dengan tujuan untuk kemuliaan nama Tuhan yang menciptakan kita. Alkitab mencatat bahwa dalam Christian ministry ada mentor dan mentoree. Contoh:

1. Paulus dan Timotius

2. Musa dan Josua

3. Elia dan Elisa

4. Tuhan Yesus dan murid2Nya

 

Paulus menjadi mentor bagi Timotius yang menjadi pemimpin jemaat 50 ribu orang di kota yang berpenduduk 100 ribu orang dan menjadi salah satu pusat penyebaran Injil di jaman itu. Bukan suatu tugas yang ringan bagi Timotius yang diperkirakan berumur 30 tahun atau kurang. Alkitab mencatat apa yang dilakukan Paulus sebagai mentor:

- memberikan pengharapan/penghiburan untuk tetap maju dalam jalan yang benar

- mengajarkan untuk tetap tabah dan kuat dalam ujian

- mendorong untuk selalu taat

- mempersiapkan generasi berikutnya, menjadi prajurit Kristus (2 Tim 2:3-4)

 

Seorang yang menjadi orang percaya kepada Tuhan, menjadi jemaat Tuhan.

Setelah itu, melalui proses merenungkan dan melakukan Firman, menjadi murid Tuhan.

Setelah menjadi murid, diperlengkapi dengan ayat Firman Tuhan, menjadi prajurit Kristus.

Setelah menjadi prajurit (tentara/army), maju ke medan perang memenangkan jiwa bagi Tuhan.

 

Seorang army di US, sangat dihormati. Orang akan mendengar kalau dia berbicara (walau belum tentu setuju). Kita sebagai prajurit Kristus, ucapan dan perbuatan kita akan didengar orang, dan memberi dampak bagi orang lain. Teman-teman asal Papua yang sudah atau akan kembali ke Tanah Air, ingat baik bahwa kalian sudah diperlengkapi menjadi seorang prajurit. Perbuatan dan perkataan kalian akan dilihat dan didengar orang banyak. Lakukan tugas kalian sebagai prajurit yang diutus Komandan Agung yaitu Tuhan Yesus Kristus. Jangan takut, Tuhan Yesus menyertai.

 

Contoh terakhir leadership adalah dari Nehemia. Dia memimpin pembangunan tembok Yerusalem.

Dia berdoa, hatinya kepada bangsanya Israel, mengaku dosa bangsanya. Doing research and preparation. Focus and avoid distraction. Have faith in God and always glorify God. He influence others, obedience to God.

He directed vision from God and reinstate the vision to the people of Israel.

 

Resultnya. Ingat, not only the wall of Jerusalem was completed.

With the wall.. Jerusalem was reconstructed. Temple of God was rebuilt and purified. The Covenant with God was renewed. The people were repent and reformed. Israel is recovered as God’s chosen people.

 

Ayat penutup:

Yeremia 29:10-11

 

Ayat 10 berkaitan dengan cerita Nehemia di atas, setelah 70 tahun Israel ada di Babel. Ayat 11 ““For I know the plans I have for you,” declares the Lord, “plans to prosper you and not to harm you, plans to give you hope and a future.”

 

Amin. Tuhan Yesus memberkati.

by. Nare

Komentar

Posting Komentar