IMPLEMENTASI OTSUS 20 TAHUN BAGI PAPUA
Oleh
Viktor Nare
1Desember 1961 Papua dinyatakan Merdeka, sudah disiarkan langsung melalui radio Australia, bahkan Teritorial west Papua sudah akar rumput tau bahwa Papua sudah Merdeka, namun sayangnya kemerdekaan itu hanya dinikmati 19 hari. Penulis tidak disingkungan dengan kekerasan yang dilakukan oleh kolonial Indonesia melalui perintah suharto bukan karena Peduli namun mestinya orang Papua sudah tau semua kelakuan yang dilakukan oleh militerisme pada saat itu karenanya orang Papua dianeksasikan kedalam kolonialisme. Secara paksa Penulis berfokus ke implementasi tanah otsus di West Papua, tidak ada sejarah tercatat orang Papua minta otsus, otsus itu juga bisa dikategorikan bahwa produk kejahatan, rasisme karena otsus bukan diminta orang Papua namun dipaksa kasih oleh Jakarta untuk menutupi pelanggaran HAM berat di West Papua, sekalipun ada otusus namun kejahatan negara terhadapa orang Papua sejak 1mei 1963 sampai detik ini belum ada penyelasaianya. Dan sudah janji bahwa otsus berakhir semua kewenangan otsus lanjut atau tidak ada ditangan rakyat dan asperasi itu disampaikan melalui MRP, bukan lagi elite Papua dpr ri dll, namun sesungguhnya melalui MRP, namun realitanya otsus disahkan sepihak Jakarta seprti Pepera 1969 tidak sesuai new York agreement, ini benar- benar rasisme yang dipelihara oleh negara terhadap orang papua. Kemudian kita melihat bersama implementasi otsus tahun 2001 sampai duapuluh tahun berjalan sangat buruk dalam artian oap tidak merasakan otsus itu ke akar rambut, yang merasakan hanya elit Papua dan hari ini pun mereka pula sahkan otsus.
dalam berjalannya otsus Indeks pembangunan sangat minim bagi kedua provinsi ini menjukan bahwa mensejahterakan rakyat Papua secara mindest tidak ada sama sekali yang ada pembunuhan, pemerkosaan,penindasan indimintasi dll. Jakrta ambisius sekali oap diindonesiakan hanya karena sumber daya alam bukan untuk mendidik masyarakat Papua bagimana untuk menju berkembangan baru dalam artian di eksiskan budaya, / tradisi yang dulunya
buruk
itu diperbaharui melalui otsus itu, malah adanya otsus lebih buruk dari sebelum ada otsus,ini patut dipertanyakan entah mengapa demikian dan didiskusikan dan dikasih edukasi kepad sesama oap sebetulnya yang buruk datang dari mana dan kenapa hal ini terjadi bagi kedua provinsi, hal semacam ini penulis bermaksud jangan melihat dengan kacamata jakarta melainkan dilihat sedetailnya dengan kacamata intelektual Papua, Mahasiswa/i hal ini perlu diketahui kelabisan bawanya. dan temukan solusi yang tepat untuk bangkit dari keterburukan sejak beberapa silam lalu sampai sekarang.
Betul-betul dilihat kondisi ke kondisi. Secara keseluruhan teritorial west Papua itu semua kemiskinan oap aktor dari jakarta itu juga kenpa demikian semua sisi dari tingkat kedua provinsi sampai sekarang kabupaten berkabung dalam dua provinsi kebanyakan diisi oleh imgran bukan lagi oap semuanya oap cuma kurang dari orang imgran dan manusia imgran ini difasilitasi oleh negara untuk menguasai seluruh aspek dipapua. MRP juga perna bilang kalau dari orde Baru sampai Reformasi ini dikedua provinsi sama saja belum ada berubahan artinya bahwa niat baik Jakrta untuk membangun Papua tidak ada sama sekali mereka hanya ambil kekayaan alam dipapua dan bawa kabur ditempat mereka. Rilis jauh tak sempurna ini semoga dapat memahami seksama,semoga parah pembaca dimaklumi dan dikasih edukasi untuk kedepanya.
Kesimpulan bahwa hidup jangan cuma makan dan minum namun hiduplah bagi semua orang dan melihat kondisi daerah kita seperti apa, terutama di West Papua.
Hidup Mahasiswa
Hidup Rakyat Papua
Hidup Perempuan yang Lawan
Hidup intelektual Papua yang bersura untuk PAPUA. 🇨🇺

Benr ade, terimakasih atas analisisnya, dan terus nyaris menulis ya dek viktor
BalasHapusTerimakasih kaka atas supornya
HapusSangat super kwn, otsus bukanlah solusi untuk orang papua pisah dari penjajahan kolonial namun otsus adalah cara jakarta untu menutup Hak asasi manusia/khususnya hak asasi OAP, maka OAp bicaraa bebas susah ruang bergeraknya sudah sempit karena cara jakarta.
BalasHapusRilisannya sangat luar biasa, Semangat dan terus perjuang, dan terus bersuara.
🇨🇺
Terimakasih supirnya wa
HapusSangat benar kamrade,,
BalasHapusWww...wa..atas artikelnya.
Karena menulis adalah melawan 🌹🙏✊
Hormat kom
Hapus